Melinweb.com dan Teori Bumi Datar

Penulis : Adi Selamet
Terbit : 17 Oktober 2017

Sumber gambar : detik.com
Keterangan : Ilustrasi bumi datar

ISTANAREVIEW.blogspot.com | Bumi datar adalah teori yang menyatakan bahwa bumi, tempat kita hidup ini berbentuk datar atau cakram dengan langit berbentuk kubah. Di zaman dulu, bumi datar dipercaya di berbagai peradaban kuno. Tapi para tokoh yang terkenal mempercayai teori ini berasal dari Yunani pagan seperti Thales, Anaximander, Xenophanes, dan Anaxagoras yang hidup ratusan tahun sebelum masehi. Tidak cuma Yunani kuno, Cina kuno dan Jepang kuno juga mempercayai teori tersebut.

Jika kita berbicara tentang sejarah Islam, teori bumi datar tidak ada tempatnya. Kalaupun teori bumi datar dipercaya para ilmuwan Muslim zaman dulu, mengapa al Idrisi (1106-1166) dari Maroko membuat globe terbesar dan terbaik di zamannya ?

Lama kelamaan teori bumi datar sudah ditinggalkan, terlebih banyak pelaut dan astronom Eropa membuktikan teori bumi datar salah. Namun keyakinan teori bumi datar dihidupkan oleh seorang warga Inggris, Samuel Birley Rowbotham (1816-1884).

Rowbotham menyakini bumi berbentuk datar berdasarkan penafsirannya terhadap ayat-ayat Injil. Bahkan ia menerbitkan buku berjudul "Earth Not Globe". Keyakinannya itu disebut Astronomi Zetetis. Menurutnya, bumi adalah cakram datar berpusat di Kutub Utara dan dikelilingi tembok es Antartika yang tak akan bisa ditembus manusia.

Di Indonesia, teori bumi datar muncul lagi dan menimbulkan kontroversi pada Agustus 2016. Tidak cuma flatearthsociety.com, sejumlah situs berbahasa Indonesia seperti Melinweb.com juga percaya teori itu.


Kali ini saya akan review Melinweb.com, situs yang jadi rujukan para pendukung teori bumi datar. Secara pribadi, saya tak akan memperdebatkan apakah bentuk bumi yang sebenarnya ?

Melinweb.com mulai terkenal bersamaan dengan kemunculan teori bumi datar yang kontroversi apalagi Melinwebcom merupakan situs pendukung teori bumi datar. Situs Melinweb.com memiliki judul "Informasi Trend Terkini, Pro-Kontra, dan Propaganda".

Sesuai judulnya, Melinweb.com memiliki 3 topik yang dibahas yaitu Info Pro & Contra, Info Propaganda, dan Misteri Dunia.

Berdasarkan semua artikel di Melinweb.com yang sudah saya baca, saya menyatakan bahwa Melinweb.com memiliki beberapa kelebihan segerthi :

1. Tulisannya mudah dipahami dan enak dibaca

2. Menarik para pembaca untuk berpikir kritis, terlebih sang admin adalah penyuka teori bumi datar. Sementara sebagian pembacanya adalah pendukung teori bumi bulat.

3. Rajin membalas komentar, meski komentar itu ditulis oleh para pendukung teori bumi bulat.
 


4. Membahas topik aneh dan misteri, yang belum tentu dibahas media lain. Misalnya tentang ambisi depopulasi kelompok elit global yang kaya raya, berpengaruh, dan pintar

5. Melinweb.com sendiri seperti forum, dimana akun manapun dipersilahkan bertanya dan menjawab terkait topik-topik yang dibahasa admin

6. Melinweb.com juga menjual kaos bumi datar khusus untuk Anda yang mempercayai bumi berbentuk datar.

Tapi ada beberapa hal yang saya tidak setuju dengan tulisan-tulisan di Melinwebcom seperti :


1. Admin Melinweb.com percaya teori bumi datar, saya tidak. Tentu saya tak akan mempermasalahkan perbedaan ini.

2. Melinweb.com menyatakan bahwa meteor itu hoax dengan alasan kubah langit tak bisa ditembus baik dari dalam bumi oleh manusia ataupun luar bumi oleh benda-benda langit.
 



Dalam artikelnya berjudul "Meteor Tidak Pernah Ada" yang diterbitkan pada 1 Januari 2017, Putro si admin website tersebut menyatakan, "Well, kami punya pendapat yang berbeda soal meteor dan kami berpendapat bahwa meteor tidak pernah ada
menyambung korelasi dengan artikel kami yang berjudul Bom Nuklir Langit 1958. Dimana jika langit tak bisa ditembus dari dalam, maka sama juga halnya dari luar bumi. Apa yang kami kemukakan bukan sekedar isapan jempol, namun dengan dasar fakta, sejarah, tanda-tanda alam, kitab suci, logika berpikir yang dikomparasikan dengan pencitraan meteor sampai dengan saat ini. Hasilnya, banyak kejanggalan yang akhirnya memicu pertanyaan-pertanyaan hingga suatu kesimpulan bahwa keberadaan meteor adalah hoax".

Di artikel itu sang admin tidak percaya meteor itu ada karena teori evolusi, dinosaurus dan meteor adalah science fiction, meteor bisa jatuh di area terpencil yang tidak ada penduduknya seperti di Tunguska (Rusia), meteor tidak meledak, dan benda yang meledak itu bukan meteor tapi buatan manusia.

Menurut sang admin juga, meteor adalah propaganda yang dibuat para elite untuk menguatkan teori dan dogma yang mereka buat sebelumnya untuk meraup keuntungan dunia.


Sebenarnya, meteor itu ada dan pernah terjadi seperti diungkap oleh astronom Muslim dari Turki, Taqi al Din Muhammad ibn Ma'ruf (1526-1585). Misalnya pada 8 Oktober 2009, warga Bone di Sulawesi Selatan terkejut ada benda aneh meledak di udara. Langit yang melindungi bumi disebut atmosfer dan tentu dengan adanya atmosfer ini, benda-benda langit yang memasuki bumi akan terbakar bahkan hancur sebelum benda itu menyetuh daratan. Ini seperti mengungkap kebenaran firman Allah di Surah Al Anbiya ayat 32.

Oh ya, saya setuju bahwa dinosaurus dan teori evolusi itu fiksi yang dipropagandakan agar semua orang percaya.

3. Kubah langit seperti kubah masjid ?




Di artikelnya berjudul "Kubah Masjid dan Bumi Datar", admin menggiring opini bahwa masjid berkubah menandakan bahwa langit bumi berbentuk kubah seperti kubah masjid itu.

Sebenarnya kubah masjid tak berkaitan dengan kubah langit. Di zaman Rasulullah, tidak ada masjid yang beratap kubah.


Masjidil Haram di Kota Suci Makkah, Masjid Nabawi di Kota Suci Madinah, dan Masjid Quba yang dibangun Rasulullah itu tidak ada kubah.



Dalam artikel berjudul "Kubah Simbol Kebesaran Islam" yang terbit pada 1 Maret 2009 dan ditulis oleh Heri Ruslan, Republikacoid menyatakan bahwa Masjid Umar (Kubah Batu) yang dibangun pada 66-72 H (685-691) di Yerusalem atas perintah Abdul Malik bin Marwan adalah Masjid pertama di dunia yang beratap kubah. Kalau menurut Islam, langit berbentuk kubah, mengapa Rasulullah dan para sahabat tak membangun kubah di atas masjid ??

Sebenarnya, masjid dibangun sesuai perkembangan arsitektur di tempat masjid tersebut dibangun.

Sebenarnya masih ada hal-hal lain yang harus saya bantah terhadap tulisan-tulisan di Melinweb.com.


 _Salam cerdas_  

Posting Komentar

0 Komentar