Bisakah Gadget Menstimulasi Perkembangan Anak dengan Baik?

Semoga anak terstimulasi dengan baik!




Sumber gambar: Babycouture.in
Keterangan: Anak dan gadget





Istana Review - Perkembangan teknologi yang sangat pesat dan berguna dalam kehidupan sehari-hari menjadikan kita menjadi konsumen teknologi. Banyak sekali produk teknologi yang tiap hari kita lihat bahkan memakainya seperti kendaraan, dan alat komunikasi.

Alat komunikasi dewasa ini seiring disebut gadget atau gawai. Tentu, gadget bisa digunakan oleh siapapun bahkan anak kecil juga mampu mengoperasikannya.

Malah di masa pandemi ini, anak dan gadget seolah tidak bisa dipisahkan terlebih ada kebijakan untuk belajar di rumah dan guru memberi pelajaran lewat video call.

Kondisi ini cenderung diterima orangtua untuk mengizinkan anak memakai gadget daripada anak ketinggalan informasi bermanfaat dari sekolah.

Berapa Lama Anak Dibolehkan Bermain Gadget?

Penggunaan gadget oleh anak tidak boleh terlalu lama. Seperti dikutip dari situs Poltekkes Soepraoen, Akademi Dokter Anak Amerika merekomendasikan anak berusia 0-24 bulan dilarang terkena paparan layar, anak berusia 3-5 tahun dibolehkan menggunakan gadget selama satu jam, dan anak berusia 6-18 tahun boleh 2 jam sehari.

Ini diperkuat di situs resminya, AAP (American Academy of Pedriatrics) juga memberi saran agar orangtua dan pengasuh mengembangkan rencana penggunaan gadget agar tidak mengganggu pendidikan, kesehatan, dan hiburan untuk setiap anak dan anggota keluarga lainnya.

Sayangnya, orangtua sengaja memberi gadget untuk anak mereka agar pekerjaan atau aktivitas harian mereka tidak terganggu oleh rengekkan sang buah hati. Mereka terlalu fokus beraktivitas sehingga tidak mendampingi anak menggunakan gadget.

Apa Bahaya Kecanduan Gadget bagi Anak?

Gadget termasuk benda yang membuat kecanduan bagi para pemakainya termasuk anak-anak. Jika anak mengalami kecanduan gadget, mereka akan sulit tidur, dan berkurangnya interaksi dengan orang lain dan lingkungan sekitar.

Kesehatan mata juga akan terganggu seperti yang menimpa 9,8% anak usia 7 tahun dan 34,4% anak usia 15 tahun. Mereka menderita rabun dekat pada 2005 menurut laporan The Star Malaysia pada Minggu, 5 Januari 2020.

Laporan ini memperkuat perkataan dokter mata di Prof Mahaya Eye & Lasik Center (PMELC), Dr Azura Ramlee bahwa penggunanan gadget menyebabkan miopa dini. Seringnya miopa dini terjadi akibat penggunanan gadget di ruangan gelap atau mata yang seharusnya istirahat, "dipaksa" untuk melihat gadget.

Untuk anak usia sekolah yang kecanduan gadget, kinerja belajar mereka bisa berkurang dan berdampak buruk.




Sumber gambar: Thesun.co.uk
Keterangan: Anak menangis saat gadget diambil ibunya





Ciri anak yang kecanduan gadget adalah mereka bisa menangis, berteriak bahkan marah jika mereka dilarang menggunakan  gadget.

Bagaimana Penggunaan Gadget yang Positif?

Sebagai produk teknologi, gadget tidak melulu menimbulkan dampak negatif untuk para penggunanya. Bahkan stimulasi yang baik bisa dilakukan terhadap anak lewat gadget yang mereka gunakan.

Misalnya, gadget bisa dipakai untuk mencari tayangan atau konten bermutu seperti channel ilmu pengetahuan, sejarah atau konten berbagi tips kreatif membuat sesuatu yang berguna.

Gadget juga bisa membuat penggunanya jago bahasa asing dengan mengunduh aplikasi android belajar bahasa atau tayangan edukatif berbahasa asing dengan subtittle Indonesia.

Stimulasi juga bisa diberikan lewat pengenalan gambar, warna, imajinasi, atau bentuk suara agar anak bisa memberi respon lebih baik.

Peran Orangtua agar Anak tidak Kecanduan Memakai Gadget

Sebagai orangtua, Anda bisa mendampingi dan menjelaskan mengenai konten yang mereka tonton agar tidak terpengaruh hal buruk. Setidaknya, kehadiran Anda mencegah anak mengakses tayangan amoral.




Sumber gambar: https://www.shutterstock.com/g/oku (Oksana Kuzmina)
Keterangan: Anak dan bunda




Agar anak dan gadget tidak bersama berjam-jam, Anda dapat mengajak anak untuk mengerjakan hal-hal kreatif seperti membuat kerajinan tangan, menemaninya belajar atau menemaninya jalan-jalan.

Selain itu, berilah contoh kepada anak tentang kapan dan dimana kita bisa menggunakan gadget. Contoh yang baik dari Anda kemungkinan besar ditiru mereka.

Walau gadget bukanlah media paling baik untuk menstimulasi tumbuh kembang buah hati. Tapi penggunanan gadget yang bijak harus sesuai kebutuhan dan waktu agar anak tidak rugi waktu, tenaga, dan kesehatan.

Baca juga:










Post a Comment

2 Comments

Berkomentarlah yang sopan, sesuai dengan artikel ini dan jangan spam. Pengelola Istana Review tidak bertanggungjawab atas segala komentar Anda 😁