Uang Rp. 100 Ribu untuk Produk Investasi Apa?

Uang 100 ribu Rupiah untuk apa? 🤔

Sumber gambar: Kompas.com
Keterangan: Uang 100 ribu Rupiah




Istana Review - Di Indonesia, nominal uang pecahan terbesar bernilai Rp. 100 ribu. Uang kertas bernilai Rp. 100 ribu pertama kali resmi diedarkan sejak 1 November 1999 oleh Bank Indonesia. Di hari tersebut, 1 USD senilai Rp. 6.735 sedangkan di 15 April 2022, nilai 1 USD lebih mahal lebih dari dua kali lipat yaitu menyentuh angka Rp. 14.366,75.

Ini artinya dari tahun ke tahun, nilai mata uang terus menurun sehingga harga barang dan jasa terasa lebih mahal dibanding tahun-tahun sebelumnya. Inilah yang disebut sebagai inflasi yang tidak bisa dihindari oleh siapapun.

Walau Rp. 100 ribu menjadi uang kertas dengan nilai terbesar di negeri ini, kenyataannya, uang tersebut masih bisa digunakan untuk investasi. Berikut ini  rekomendasi beberapa produk investasi.


1. Emas


Emas adalah logam mulia yang dijadikan sebagai mata uang di berbagai peradaban selama ribuan tahun sebelum diganti dengan uang kertas yang lebih ringan.



Sumber gambar: Freepik.com
Keterangan: Emas batangan



Era sekarang, emas 24 karat juga bisa dibeli dengan uang Rp. 100 ribu. Di Google Play Store, ada beberapa marketplace untuk membeli dan menjual emas. Menabung emas bisa dimulai dari 10 ribu Rupiah atau dengan nominal lebih kecil daripada uang kamu dipinjam oleh teman yang belum tentu dibayar.

Harga emas bakal naik yang membuat nilai uang terasa turun. Ini bisa dibuktikan ketika Rusia menyerang Ukraina agar Ukraina tidak bergabung ke NATO, harga emas dunia naik.


2. Reksadana


Reksadana adalah dana yang dihimpun dari investor untuk dikelola oleh manajer investasi. Dana tersebut diinvestasikan ke pasar uang, obligasi, saham, dan sebagainya.

Ada beberapa aplikasi reksadana terpercaya yang menjadi Agen Penjual Efek Reksadana (APERD) atas izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ajaib, Bibit, dan Pluang termasuk APERD yang sudah dipercaya dan aman di negeri ini.





Sumber gambar: Screenshot dari Bibit
Keterangan: Nilai portofolio reksadana pribadi



Kebanyakan produk reksadana bisa dibeli dengan nominal terkecil yaitu Rp. 10 ribu dan rata-rata harga produk reksadana berkisar Rp. 50-100 ribu. Cipta Saham Unggulan Syariah dan Sucorinvest Sharia Sukuk Fund termasuk reksadana yang bisa dibeli dengan uang Rp. 100 ribu.


3. Saham


Menurut website resmi OJK, saham dapat diartikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) pada suatu perusahaan atau Perseroan Terbatas.

Saham adalah surat berharga yang menjadi bukti bahwa kamu berhak mendapatkan beberapa keuntungan seperti dividen, ikut hadir di RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), dan kenaikan harga saham alias capital gain.




Sumber gambar: Screenshot dari aplikasi Ajaib
Keterangan: Portofolio saham pribadi



Namun kerugian membeli saham adalah penurunan harga saham alias capital loss, juga delisting bila emiten alias perusahaan penerbit saham dibekukan di Bursa Efek seperti kasus emiten saham maskapai Garuda Indonesia (GIAA).

Per Kamis, 14 April 2022, ada banyak saham yang bisa kamu beli dengan uang Rp. 100 ribu. Saham-saham tersebut seperti SIDO (PT Sidomuncul) yang dijual seharga Rp. 91.000/per lot, dan AVIA (perusahaan cat) yang dijual seharga Rp. 71.000 per lot.

Bila kamu berminat membeli dan menjual saham, kamu bisa melakukannya melalui perusahaan sekuritas terpercaya dan aman seperti Ajaib Sekuritas dan Stockbit.


4. Peer to Peer Lending (P2P Lending)


P2P Lending adalah jenis produk investasi yang berhubungan dengan pinjam meminjam. Maksudnya, P2P Lending merupakan metode memberikan pinjaman ke orang atau perusahaan yang membutuhkan dana dalam kurun waktu tertentu dan pemberi pinjaman akan mendapatkan imbal hasil sekian persen sesuai perjanjian.

Peer to peer lending hampir mirip dengan pinjaman online. Cuma membedakannya adalah waktu dan bunga pinjaman, siapa yang memberikan pinjaman, tujuan peminjaman, dan resiko pinjaman. Bagaimanapun, P2P Lending dianggap lebih aman bagi peminjam.



Sumber gambar: Freepik.com
Keterangan: Infografis tentang P2P Lending



Ada beberapa perusahaan teknologi keuangan (fintech) di bidang P2P Lending yang terkenal dan berizin dari OJK di Indonesia seperti Koinwork, Investree, dan Amartha. Dengan uang Rp. 100 ribu, kamu bisa berinvestasi di P2P Lending dan mendapatkan return sesuai yang ditawarkan oleh fintech tersebut. Ingat, resikonya adalah terjadinya gagal bayar oleh peminjam.


5. Sedekah


Sedekah adalah dana yang kamu berikan demi tujuan sosial dan kemanusian kapanpun dan kepada siapapun. Semua agama mengajarkan sedekah dan istilah sedekah memiliki sebutan sendiri di setiap agama.

Di bulan suci ini, kamu bisa mengalokasikan sebagian uang, harta, atau tenaga kamu untuk kebaikan. Setidaknya, uang yang kamu peroleh tidak habis untuk diri kamu sendiri.


Diaclaimer: Artikel ini sebatas penambah informasi dan segala resiko atas investasi yang kamu lakukan ditanggung oleh kamu sebagai investor.


Jika kamu memiliki uang Rp. 100 ribu, kamu gunakan untuk apa? 🤔


Sumber-sumber Referensi:


✍️ Tempo.co. 1 November 2021. 22 Tahun Lalu, Bank Indonesia Pertama Kali Edarkan Uang Kertas Rp. 100 Ribu. Diakses pada Jum'at, 1 April 2022, dari https://bisnis.tempo.co/read/1523539/22-tahun-lalu-bank-indonesia-pertama-kali-edarkan-uang-kertas-rp-100-ribu

✍️ Investing.com. USD - IDR Historical Data. Diakses pada Jum'at, 1 April 2022, dari https://m.investing.com/currencies/usd-idr-historical-data

✍️ https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Category/64

✍️ Joseph, Honnie.  Senin, 15 Juli 2019. 5 Hal Perbedaan Pinjaman Online dengan Peer to Peer Lending. Diakses pada Jum'at, 15 April 2022, dari https://qmfinancial.com/2019/07/5-hal-perbedaan-pinjaman-online-dengan-peer-to-peer-lending/


Baca juga:

👉 Cara Mengatur Gaji untuk Pekerja Proyek Harian

👉 Sucorinvest Sharia Sukuk Fund

👉 Apa Manfaat Transfer Uang lewat Flip?

👉 Berapa Harga Saham Fren per Lot?

👉 5 Bukti Keuangan Kamu Sudah Bagus

👉 5 Kesalahan Mengelola Keuangan

👉 5 Cara Memisahkan Uang Bisnis dan Uang Pribadi

👉 Bagaimana Mengumpulkan Uang Dana Darurat yang Aman?

👉 5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

👉 Cara Mudah Memghubungkan Livin by Mandiri dengan Aplikasi Dana

Post a Comment

0 Comments